Apa Itu NFC? Tahun 2020 Ini Kenapa Makin Penting? Podcast Tech Uncensored #05

Ya, jumpa lagi,
kali ini kita mau bahas lagi mengenai Ada apa dengan NFC. Kita sudah pernah bahas NFC,
sudah cukup lama. Videonya bahkan sudah… Banyak sekali yang nonton, sudah hampir
sejuta kali ditonton di tahun 2020 ini. Anehnya, sampai sekarang itu masih belum semua
produsen smartphone menawarkan solusi NFC untuk di smartphone
kelas menengah dan terjangkau. Oke, jadi sebelum kita membahas mengenai
kenapa NFC yang jarang ditemukan, sekarang, tidak banyak di smartphone
yang entry dan menengah, kita bahas sedikit ulang lagi
mengenai NFC di tahun 2020 ini. NFC bagi yang belum tahu,
ini adalah Near Field Communication Ini adalah salah satu metode komunikasi
antara dua perangkat teknologi. Bagi kalian yang sudah pernah pakai di zaman dulu,
tidak usah di pamer-pamer.

Saya tahu, NFC sudah lama sekali dari tahun 2000-an awal bahkan dia sudah mulai dicanangkan bahwa NFC akan hadir. di awal dulu sekali memang banyak smartphone-smartphone yang sudah pakai NFC tapi memang belum terpakai NFC-nya pada saat itu. Kenapa? Ya karena memang
belum terpakai teknologinya. Belum menyeluruh teknologinya jadi
mungkin teknolonginya terlalu cepat. Nah, itu berbeda sekali dengan sekarang Sekarang sudah mulai banyak yang pakai. Nah, NFC ini memiliki konsep dimana transfer data terjadi
dengan kontak fisik atau kontak yang sangat dekat sekali.

Jadi NFC ini transfer data yang dianggap cukup aman karena dalam komunikasi terdapat faktor bertemu. Jadi bukan hanya transfer data tidak lihat-lihatan, Wifi itu tidak lihat-lihatan, bisa berjauh-jauhan,
bluetooth itu juga bisa berjauh-jauhan. Kalo NFC tidak bisa, harus bertemu. Bahkan sebaiknya ditempel kalo untuk
komunikasinya kerena itu dibilang Near Field, artinya berdekatan. Di awal hadirnya NFC kita bahkan banyak yang lihat
yang promosi bahwa dia bisa transfer kontak telepon, bahkan transfer foto. Iya karena memang NFC sendiri sebenarnya bisa mentransfer data walaupun kecepatannya memang tidak tinggi. Nah, kecepatan yang kurang tinggi ini sebetulnya membuat NFC sebagai sarana buat transfer data itu justru tidak terlalu populer. Sekarang dia lebih banyak dipakai
buat ‘trigger’ buat komunikasi yang lain. Misalnya sebuah smartphone bertemu dengan kamera
kemudian dia akan ‘trigger’ wifi untuk transfer data. Jadi ‘trigger’ yang lain atau
‘trigger’ bluetooth untuk transfer data, bisa seperti itu.

Dan fitur lainnya adalah untuk pengenalan. saling kenalan jadi hanya transfer data kecil saja. Datanya mungkin hanya sebesar file text saja
jadi kecil-kecil hanya untuk pengenalan. Oke, misalnya NFC bertemu
dengan NFC tag misalnya. Nah apa pula NFC tag ini? Oke jadi dasarnya perangkat NFC itu bisa ada
dua macam, ada yang modelnya kayak NFC tag, ini bentuknya pasif. Jadi ini hanya menyimpan data saja,
contoh e-money, Flazz, Brizzi card, kartu-kartu yang uang elektronik ini biasanya NFC tag.

Ada juga NFC tag yang kosongan
yang hanya buat menandakan bahwa kalau NFC tag ini yang ditemukan
berarti ini ada di ruang mana itu bisa juga. Zaman dulu, banyak NFC tag yang begitu, sekarang sudah jarang. Nah kemudian ada perangkat NFC atau NFC devices, ini jenisnya yang bisa melakukan proses data atau bahkan bisa terhubung ke internet. biasanya smartphone kalau zaman sekarang NFC-nya. bisa juga kamera, segala macam bisa. Nah perangkat NFC ini bisa mendeteksi NFC tag
atau membacanya bahkan mungkin bisa mengirim data ke situ. Nah 2 perangkat NFC itu bisa saling bertukar data sesuai dengan apa yang dibutuhkan atau diperlukan tentunya. jadi seperti dibahas bahwa NFC sekarang sudah makin banyak digunakan di perangkat elektronik. Kamera, banyak yang pakai bahkan banyak device-device seperti laptop juga sudah mulai ada yang pakai sekarang. Tapi sebetulnya pengguna NFC
ini yang paling banyak saat ini Itu adalah interaksi dengan NFC tag atau
dengan seperti uang elektronik misalnya Itu yang paling besar terutama di Indonesia. Pengisian uang elektronik dan penggunaannya
di loket itu menggunakan fitur NFC Jadi kalian mengisi di Indomaret, Alfamart, nambain e-money atau Brizzi atau Flazz itu. Nah itu pake NFC, pakai fitur NFC yang ada di kartunya dan di mesinnya ada NFC nya juga jadi bisa saling mengisi Nah kemudian di loket, waktu di-tap
itu juga pakai fitur NFC juga.

Ini yang paling banyak sepertinya yang dipakai
untuk saat ini paling tidak untuk di Indonesia. Nah untuk uang elektronik ini kita tentu bisa
juga cek saldonya pake smartphone yang ada NFC Ya jadi kalau smartphone kalian punya NFC
kita bisa cek isi uang elektronik kita ada berapa Eh… tidak, tidak, tapi kita tidak bisa
mengecek saldo tabungan kita pake NFC. Setidaknya saat ini belum,
karena kartu itu isinya tag NFC . Jadi tabungan uang elektroniknya yang ada,
bukan tabungan kita yang di cek. Ini banyak sekali yang bertanya kemarin,
“Bagaimana cara mengecek tabungan saya pake NFC” Bukan gitu caranya. Nah kemampuan ini yang membuat NFC pendukung penggunaan uang elektronik dan dompet elektronik di Indonesia yang luar biasa sekali. Jadi dia membuat sistem cashless atau transaksi tanpa tunai, Di Indonesia jadi lebih mudah kalau
kalian punya smartphone yang ada NFC-nya tentunya. Skenarionya kurang lebih seperti ini, Begini, kita mulai dari awal. Kita punya tabungan di bank, umumnya begitu ya Uang kita itu bisa masuk dari gaji,
bisa masuk dari transfer Nah kita bisa akses ini
dengan kartu ATM biasanya begitu kan, Kita bisa tarik uang atau atau kita bisa tarik
online juga untuk cash untuk dipakai belanja.

Nah kalau kita akses tabungan kita dengan kartu ATM, kita bisa gunakan kartu ATM nya untuk belanja di
toko-toko swalayan; Alfamart, Indomaret, segala macam. Itu kita bisa belanja pake kartu ATM. Jadi kita bisa belanja cashless, kita tidak perlu macam-macam lagi ya. Senang sekali, enak sekali, apalagi di masa pandemi
seperti ini tidak usah keluar-keluar uang Masalahnya, sering ada limit minimum. Di Indonesia sering ada limit minimum
untuk transaksi kalo kalian pakai kartu ATM Apalagi kalo kalian pakai kartu kredit,
itu pasti ada limit transaksinya Nah itu tabungan dan ATM, oke? Kemudian kita punya juga yang namanya uang elektronik.

Uang elektronik contohnya seperti Flazz dari BCA, E-Money dari Mandiri, kemudian Brizzi BRI dan lain-lain ya ini uang elektronik. Uang dalam bentuk kartu yang
menyimpan saldo di dalam. Di dalam kartu ini ada saldonya
disimpan disitu, pengganti uang asli. Ini adalah uang non-tunai yang mudah dipakai
untuk transaksi secara fisik langsung. Seperti di swalayan, ya kita bisa pakai di swalayan,
gedung parkir, sudah banyak parkiran yang sekarang, Kalo di Jakarta terutama,
mengharuskan pakai uang elektronik, Gerbang tol, nah ini gerbang tol
dimana-mana juga harus pakai uang elektronik.

Kalo di pulau Jawa setau saya kereta api untuk
KRL itu sudah mulai harus pakai uang elektronik. Kemudian MRT untuk daerah Jakarta sudah,
Trans Jakarta juga sudah, Sudah banyak yang mengharuskan
mass rapid transit atau Sarana transportasi umum, massa yang besar ini,
mengharuskan kita pakai uang elektronik. Tapi kenapa?
Supaya lebih gampang, supaya lebih cepat Kalau pakai cash,
bayangkan ribetnya seperti apa. Ada uang kembaliannya segala macam. Sementara untuk pakai smartphone
yang bisa baca barcode tidak sesederhana itu. Bisa jadi kameranya kotor, tidak terbaca,
nah jadi kartu ini tetap yang paling gampang. Kartu ini tinggal tap, sudah beres. Nah spesial untuk tol, ini yang menarik sebetulnya
dimana uang elektronik banyak dipakai sekarang. Itu wajib untuk mobil pribadi
tapi juga wajib untuk truk. Untuk bus, untuk bus antar kota yang antar orang-orang
yang transportasi antar kota, itu juga pakai seperti itu. Dan juga untuk supir-supir Go-Car, GrabCar, itu akan tetap harus pakai uang elektronik. Oh, bahkan per akhir 2019,
sejak akhir 2019, sudah mulai diuji coba SIM, SIM baru untuk wilayah Jakarta itu sebetulnya
sebuah kartu yang isinya juga uang elektronik.

Jadi bisa diisi pakai uang elektronik juga disitu. Ya mungkin idenya adalah kalo kalian punya SIM kalian sudah pasti punya kartunya dan kalau masuk tol ya sudah
tidak membuat macet di gerbang tol. Nah yang menarik adalah untuk uang elektronik
tidak ada minimum transaksi. Mau beli 1 gelas
air mineral kemasan pun bisa, tidak masalah. Pakai uang elektronik ini
tidak kena biaya tambahan, jadi mudah sekali. Lalu ya, ini tadi, tadi sudah tabungan dengan
ATM-nya kemudian uang elektronik.

Sekarang ada lagi dompet elektronik. e-Wallet ya dompet elektronik,
yang bisa dipakai buat belanja juga Go-Pay yang datang dari Gojek, OVO yang banyak digunakan untuk Grab dan Tokopedia misalnya, DANA yang ada di
Samsung Pay juga dan yang lain-lain. Dimana uangnya ini sebetulnya ya perwakilan uang ini
tersimpan di server bukan di kartunya. Ini ada di server. Nah ini adalah opsi yang cenderung murah
meriah dan penuh bonus, biasanya begitu. Ya kan? Penuh dengan bonus-bonus
discount dan transaksi online segala macam.

Bisa dipakai buat toko online atau
sarana transportasi berbasis aplikasi online. Nah ini yang paling banyak ya, Go-Food
segala macam, yang buat beli makanan, Yang buat naik GoJek atau
naik Grab segala macam ini sering dipakai. Nah ini adalah sebuah dompet elektronik. Jadi dalam kehidupan nyata, orang Indonesia di perkotaan itu sudah mulai cukup rumit ya, kalau yang mau pakai semuanya. Gaji masuk transferan ke bank
dan itu sudah biasa. Lalu kita mengisi dompet elektronik kita supaya bisa mesan Go-Food, Grab, atau naik GoJek, karena ekonomis. Tapi kalau mau naik transportasi massa
tetap harus punya uang elektronik juga. Kalau supir Go-Car atau Grab Car
harus punya uang elektronik juga, supir truk harus punya uang elektronik juga. Jadi sepertinya banyak yang
harus diisi, banyak yang ribet. Lumayan ribet ya jadinya. Nah yang jadi masalah adalah si uang elektronik ini. Uang elektronik ini untuk mengisinya yang,
yang ribet disini. Kadang-kadang kita harus mampir ke
ATM atau mampir ke, ke toko swalayan. Untuk ngisi si uang elektronik yang satu ini. Padahal tol, KRL, bus
segala macam itu pakai uang elektronik. Dan di masa pandemi,
uang elektronik itu transaksi yang lebih mudah, lebih nyaman dipakai karena
bentuknya kan hanya kartu plastik.

Kartu plastik, kasih, ditempel atau
kita bahkan tempel sendiri, transaksi terjadi Tidak ada kembalian-kembalian, tidak ada uang
yang harus dijemur atau disterilkan, tidak ada. Hanya kartu saja, kalau kalian mau sterilkan
sempro-semprot ya tidak apa-apa, Mau cuci pakai sabun sebentar langsung kering,
tidak masalah juga. Gampang mensterilisasinya
dalam kondisi pandemi seperti saat ini. Jadi lebih nyaman sebetulnya pakai
uang elektronik untuk berbelanja. Nah masalah ini semakin ribet, kalau yang sering pakai
uang elektronik pasti pernah mengalami ini, Ada yang pernah lagi jalan ke rumah menuju stasiun
lupa berapa isi uang elektroniknya, pernah tidak? Atau lebih parah lagi, sampai di gerbang mau masuk kereta, nge-tap,
ternyata uang elektroniknya tidak cukup, saldonya tidak cukup ternyata Balik lagi, diisi lagi, gimana caranya mengisi lagi.

Atau bahkan di gerbang tol, sudah asik-asik masuk pintu tol, begitu mau nge-tap, tap, tidak cukup. Saya tidak hanya sekali dua kali melihat bahwa terjadi kemacetan di gerbang tol cuman gara-gara uang elektroniknya tidak cukup. Itu sudah berapa kali saya lihat. Nah untuk yang penanganan masalah
ini pasti merasa butuh solusi ya, nah, solusi dari NFC di smartphone itu
sebetulnya yang paling nyaman. Kita bisa cek saldo mudah kapan aja dimana aja, bahkan beberapa smartphone, contohnya, Contoh misalnya Samsung, Samsung Pay-nya saja itu sekarang sudah dipakai Sudah punya fitur untuk nge-cek saldo ya, Jadi saldo uang elektronik
itu ‘built-in’ (tertanam) di smartphone-nya. Kita bahkan bisa mengisi saldo uang elektronik dengan aplikasi dari bank masing-masing Beberapa aplikasi bank sudah menyediakan untuk bisa mengisi via NFC sendiri. Atau, mau lebih gampang lagi bahkan ada layanan toko online Seperti Shopee, Tokopedia, Blibli, Traveloka, punya aplikasi-aplikasi yang bisa mengisi kartu elektronik kita, Uang elektronik kita ya.

Jadi terutama e-money sama Brizzi ini
gampang sekali bisa diisi via aplikasi-aplikasi ini. Jadi tidak usah kemana-mana, selama aplikasi-aplikasi ini ada duitnya ya sudah, tap, bisa pindah Bisa masuk dalam kartu dan kita bisa pakai. Jadi bener-bener tidak menyentuh uang tunai. Ya minimal lah pasti ada kita masih butuh cash, pasti masih ada, tapi lebih minim penggunaan cash-nya. Jadi si smartphone ber-NFC di Indonesia ini bisa jadi penghubung antara dompet elektronik kita, Bahkan bisa jadi penghubung antara dompet elektronik kita ke uang elektronik kita.

Dari OVO bisa pindah ke e-money. Iya, bisa begitu, benar, bisa. Ini sangat nyaman sekali dimana kita tidak perlu terlalu pusing harus mengeluarkan uang tunai terlalu banyak. Ya ini agak seram sih sebetulnya kalau
mengeluarkan uang tunai terlalu banyak. Dan untuk beberapa negara yang sudah maju, smartphone NFC ini bahkan bisa dipakai langsung untuk pembayaran, Biasanya begitu, jadi tidak lewat kartu lagi. Tapi kalau di Indonesia mungkin kurang pas, Dimana-mana mengeluarkan handphone
terus nge-tap, agak serem saja keluarkan handphone terus
mau nge-tap di KRL mungkin ‘sett’ Terus ada tangan lain
langsung ‘settt’ diambil, tidak begitu ya, tidak asik. Jadi kartu elektronik, kartu, uang elektronik itu
masih tetap lebih masuk di akal. Oke, jadi kita sudah menyatakan bahwa NFC ini penting. Masalahnya kita kembali lagi
ke awal yang sangat disayangkan Kenapa belum banyak smartphone kelas menengah dan entry yang memilikinya sampai sekarang.

Kalau kelas flagship sih sudah punya,
sudah lama punya flagship. Ada brand-brand tertentu yang sudah pakai, Nokia juga dari mid-class sudah punya, Sony sudah lama menyediakan tapi Sony-nya sudah
tidak di Indonesia jadi jangan dibahas lagi, Sony sudah keburu paling tidak
di tahun 2020 sudah keburu jadi bahan ‘Black Market’ di Indonesia
untuk smartphonenya sayang sekali ya. Nah kenapa jarang ada smartphone yang pakai sekarang. Kita usut, kita tanya ke beberapa produsen
smartphone mengenai hal ini, hal yang menarik jawabannya
adalah karena berdasarkan survei, NFC itu tidak dibutuhkan atau
tidak terlalu dibutuhkan Jadi menurut survei, penggunanya
yang tidak butuh. Ayo kalian yang jadi supir grab, supir gocar,
supir kendaraan umum atau siapapun yang pakai KRL, Apakah kalian pernah isi survei bahwa
kalian bilang kalian tidak butuh? Mungkin tidak atau
tidak pernah sama sekali yang jelas ya. Nah pertanyaannya adalah
berapa jumlah orang yang pake K-KRL, kereta api listrik. Kemudian berapa jumlah bus antar kota
yang butuh mengantar, Mengantarkan penumpang yang butuh lewat jalan tol, Berapa jumlah truk setiap hari
pengantar bahan pangan yang lewat jalan tol yang akan
butuh kartu elektronik untuk diisi, Berapa jumlah kalian yang butuh lewat
jalan tol yang karena kebutuhan Mungkin tidak habis sampai 30 ribu 50 ribu sehari, mungkin cuma 7 ribu atau 5 ribu sehari
tapi ya itu kebutuhan kalian Dan tidak dapat NFC,
tidak dapat kemudahan untuk mengecek.

Tentunya kita tidak mungkin minta supir segala macam ini untuk beli smartphone flagship kan, tidak mungkin dong. Ya memang mereka bisa saja
mampir ke ATM atau ke toko swalayan Tapi kan membuang waktu apalagi
kalau di kota-kota yang ramai atau di jam-jam yang padat. Untuk mencari toko swalayan akan sulit. Saya pernah dengar,
cerita dari teman saya bahwa mereka jalan dari kisaran Jakarta Utara mau ke Jakarta Pusat Dan mereka berpikir,
“Wah ini macet harusnya kita naik tol aja, lewat tol,” Oke mereka pesen Grab atau Go-Car waktu itu, mereka naik masing-masing semuanya ke dalam. Lalu Go-Carnya bilang, “Oke mau lewat tol atau jalan biasa,”
jawabannya “Mau lewat tol pak.” Terus supir bilang, “Maaf tapi saya tidak
punya kartu e-toll, e-toll saya habis isinya.” Tiga orang teman saya itu
semua pegang kartu e-toll dan semua tidak sadar tidak tahu berapa isi kartu e-toll mereka karena
handphone mereka semuanya tidak punya NFC. Jadi di dalam mobil itu mereka
terpaksa bilang ambil keputusan, “Oke pak kita tidak usah lewat tol, kita lewat jalan biasa.” Dan berakhir mereka menghabiskan waktu beberapa jam untuk mencapai Jakarta Pusat dari Jakarta Utara.

Sebuah cerita yang cukup ironis bisa dibilang ya. Seandainya salah satu dari mereka
punya smartphone yang punya NFC, Seandainya supirnya bisa membeli smartphone yang
punya NFC dengan harga cukup terjangkau, Mereka semua bisa cek sebetulnya berapa
saldo mereka dan bahkan mereka bisa mengisi di tempat, Jadi tidak perlu lewat jalan biasa dan bermacet-macetan lama-lama, ya tidak? Oke, kembali ke smartphone ya sekarang kita lihat ada Samsung dan Xiaomi sudah menawarkan di kelas menengah, seri A sudah mulai ada, Xiaomi, Redmi, Note yang seri Pro-nya sudah pakai NFC.

Tapi pertanyaannya kemana Oppo?
Kemana Vivo? ini yang besar-besar, Kemana Realme? Itu dari entry ke kelas
menengah tidak ada NFC-nya, kemana? Bahkan Samsung dan Xiaomi
kelas entry levelnya mana NFC-nya? NFC tidak menghabiskan 1 juta untuk
dimasukkan kedalam smartphone. Tidak, tidak, saya cukup yakin tidak segitu nilainya. Tidak akan menambah nilai segitu besarnya memang. Ya semoga kedepannya para produsen mulai berpikir Untuk kebutuhan banyak orang yang memang membutuhkan smartphone yang lebih terjangkau
terutama untuk di Indonesia. Region Indonesia ini mereka
harusnya butuh dibawah 3 jutaan, Bukan diatas 3 jutaan saja ya. Semoga kedepannya survei para produsen di Indonesia akan bisa menghasilkan kesimpulan yang
berbeda dengan kemarin-kemarin, Jadi, smartphone-smartphone yang lain, brand-brand yang lain juga bisa menyediakan NFC yang lebih terjangkau Dalam smartphone yang lebih terjangkau maksudnya.

Semoga mereka menemukan bahwa banyak golongan masyarakat di Indonesia yang butuh fitur yang satu ini. Sementara itu apa yang bisa kita lakukan? Sederhana, kita bisa bantu via media sosial. Ya, kita sudah paham kan pentingnya NFC, sudah tahu bahwa banyak kalangan masyarakat di Indonesia yang membutuhkannya. Jadi… Jangan kita sebagai pengguna media sosial terlalu sering mengatakan bahwa NFC tidak dibutuhkan, tidak perlu seperti itu Hanya karena kalian secara pribadi tidak butuh. Jangan membuat perusahaan
mengira bahwa banyak yang tidak butuh NFC Hanya karena kalian secara pribadi tidak butuh Jangan membuat produsen
salah baca laporan atau rekap dari media sosial. Mereka bisa membuat rekap media sosial terus bilang, “Wah ini NFC banyak yang bilang
tidak perlu, tidak perlu, tidak perlu, tidak perlu, tidak perlu,” Padahal yang bicara tidak perlu ini yang tidak butuh memang, tapi sayangnya
yang butuh malah tidak ngomong.

Lebih ironisnya lagi,
kemungkinan besar belum tahu bahwa butuh. Pada saat sekali pakai, “Wah ini butuh ini”. Ini sama seperti pembahasan SSD kemarin sebetulnya yang belum pernah pakai SSD
pada teriak-teriak bilang tidak butuh, Setelah banyak yang pakai SSD,
baru sadar bahwa ini penting sekali. Jadi sebelum kalian bersemangat sekali mau
menyanggah kebutuhan mengenai NFC, Ingat kebutuhan para supir truk, bus, Go-Car, Grab,
yang semua mengandalkan transportasi massa yang mengharuskan penggunaan uang elektronik Pada saat mereka lewat jalan tol. Oke? Oke? Ya, mereka membutuhkan itu sadar atau tidak sadar. Ya, keberadaan NFC akan memudahkan mereka dan pada akhirnya, kita juga. Oke, sekian dulu update mengenai NFC di tahun 2020, semoga berguna. Saya Dedy Irvan, Jagat Review..

Read More: HP 5G paling murah! Tapi pentingkah? Review OPPO A74 5G.